Sunday, 5 November 2017

PAHALA BACA YASIN DI KUBUR


Ziarah kubur merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan dalam agama Islam. Kerana  ia mempunyai hikmah, keutamaan dan manfaat bagi orang yang berziarah maupun orang mati yang diziarahi.

Di antara hikmah disyariatkannya ziarah kubur sebagaimana disebutkan di dalam hadis-hadis yang sahîh ialah:
- Untuk mengucapkan salam dan mendoakan kebaikan serta memohon ampunan kepada Allâh bagi orang-orang mati dari kaum Muslimin, agar mereka dibebaskan dari siksa kubur, dan diberi nikmat di dalam kubur.
- Untuk mengingat kematian dan kehidupan akhirat, sehingga tidak terlena dengan gemerlapnya kehidupan dunia yang fana.
- Dalam rangka melunakkan hati yang keras dan memadamkan kesombongan diri, dan lain sebagainya.

Manfaat dan hikmah tersebut dapat diperoleh oleh seorang Muslim bila saja dia berkeinginan melakukan ziarah kubur tanpa mengkhususkan hari dan kesempatan tertentu, dan di kuburan siapa saja dari kubur kaum muslimin.

Meskipun sudah sedemikian jelas dan sempurna tuntunan agama Islam dalam ziarah kubur, namun masih ada sebagian kaum Muslimin yang berbuat kesalahan dan pelanggaran terhadap tuntunan tersebut.

Di antara hadis lemah dan palsu yang tersebar di tengah kaum Muslimin ialah hadis yang menjelaskan keutamaan menziarahi kubur orang tua atau kerabat pada hari dan malam Jumat akan menghapuskan dosa-dosa.

Ulasan ulama berkaitan dengan hadis berkenaan.

HADIS PERTAMA:
Abu Ahmad Ibnu ‘Adi rahimahullah berkata, “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin adh-Dhahhâk bin ‘Amr bin Abi ‘Ashim, ia berkata, ‘Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Khâlid al-Ashbahâni, ia berkata, ‘Telah menceritakan kepada kami ‘Amr bin Ziyâd, ia berkata, ‘Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaim ath-Thâifi, dari Hisyâm bin ‘Urwah, dari ayahnya, dari ‘Aisyah, dari Abu Bakar ash-Shiddîq Radhiyallahu anhu , ia berkata: “Aku pernah mendengar Rasûlullâh SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berziarah ke kuburan kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya pada hari Jumaat, lalu ia membaca surat Yasin maka (dosa-dosanya) akan diampuni.

‘Hadis’ ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adi dalam al-Kâmil Fî Dhu’afâ ar-Rijâl V/151.

HADIS KEDUA:
Abu asy-Syaikh al-Ashbahâni rahimahullah berkata, “Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ali bin Ibrâhîm, ia berkata, ‘Telah menceritakan kepada kami Abu Mas’ûd, Yazîd bin Khâlid, ia berkata, ‘Telah menceritakan kepada kami ‘Amr bin Ziyâd al-Baqqâli al-Khurasâni di Jundisabur, ia berkata, ‘Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaimân, dari Hisyâm bin ‘Urwah, dari ayahnya, dari ‘Aisyah, dari Abu Bakar, ia berkata, ‘Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang menziarahi kuburan kedua orangtuanya atau salah satu dari keduanya pada setiap hari Jumat, lalu ia membaca surat Yasin di sisi (kuburan) keduanya atau salah satunya, niscaya (dosa-dosanya) diampuni sebanyak bilangan ayat atau huruf (yang dibacanya).”

‘Hadis’ ini diriwayatkan oleh Abu asy-Syaikh al-Ashbahâni dalam Thabaqât al-Muhadditsîn III/125 no.751).

Kedudukan hadis pertama dan kedua.
Hadis-hadis tersebut di atas kedudukannya (maudhu, palsu). Kerana dalam sanadnya terdapat seorang perawi yang bernama ‘Amr bin Ziyâd. Dia seorang perawi yang pendusta dan pemalsu hadis.

- Imam Abu Ahmad Ibnu ‘Adi rahimahullah berkata, “Hadis dengan sanad ini kedudukannya  batil, tidak ada asal-usulnya. ‘Amr bin Ziyâd meriwayatkan beberapa hadis selain hadis ini. Di antaranya ada hadis yang ia curi dari para perawi yang terpercaya, dan ada pula hadis-hadis palsu. Dan dialah orang yang tertuduh memalsukannya.” (Lihat al-Kâmil Fî Dhu’afâ ar-Rijâl V/151).
- Imam ad-Dâruquthni rahimahullah berkata, “Dia memalsukan hadis.” (Lihat Mizân al-I’tidâl karya adz-Dzahabi III/261).
- Imam Abu Zurah ar-Râzi rahimahullah berkata, ”Dia seorang pendusta.” (Lihat adh-Dhu’âfa’ karya al-‘Uqaili III/274).

Maka itu, pahala seperti didakwa itu tidak benar. Bacaan Yasin untuk ibu bapa boleh dibaca di mana-mana.

No comments:

Post a Comment