Monday, 26 June 2017

KEBAIKAN LAPAR

Tidak ramai orang menyebut berlapar untuk kesihatan. Bahkan, apa yang biasa diperkatakan ialah puasa menyebabkan rasa letih, kurang keaktifan dan masalah kesihatan seperti penyakit gestrik.

Semakin seseorang memanjakan perutnya dengan melahap apa saja yang dia sukai, semakin giat dia mengejar dunia. Semakin sering seseorang melaparkan perutnya, semakin jarang ia mencari dunia.

Menahan lapar adalah salah satu perbuatan yang paling mulia. Jika diiringi dengan niat yang benar-benar karena Allah SWT, seorang hamba akan mencapai darjat yang sangat tinggi.

 Abu Thalib Al-Makki (386 H/988 M) dalam bahagian kedua kitabnya yang berjudul Ilmu al-Qulub (Ilmu Psikologi) menjelaskan terdapat banyak kebaikan berlapar.  

Antara yang dinyatakan ialah memudahkan usaha untuk mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu perlu dikendalikan agar dapat melaksanakan berbagai ketaatan dan memenuhi perintah Tuhan, demi memperoleh reda Allah SWT.  

Allah SWT berfirman: “Adapun orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya.” (Surah Al-Naziat 79: 40-41).

Al-Makki mengutip perkataan beberapa sufi terkenal, di antaranya Yahya ibn Muadz, yang mengungkapkan, “Seandainya kamu meminta syafaat (pertolongan) melalui para malaikat yang tinggal di tujuh lapis langit, 124 ribu nabi, semua kitab suci, hikmah dan para wali, supaya kamu dapat meninggalkan dunia dan menjalankan ketaatan, mereka tidak akan memenuhi permintaanmu. Tetapi, jika kamu memintanya melalui rasa lapar, ia akan memenuhi permintaanmu dan mendorongmu kepada ketaatan.”

Al-Hajjaj ibn Al-Gharafidhah berkata: "Aku menemui sekelompok orang yang sedang beribadah sambil menahan lapar di Makkah. Aku bertanya kepada mereka, “Beri tahulah aku, mengapa Allah SWT memerintahkan para wali-Nya untuk berlapar-lapar.”

Mereka menjawab, “Tidaklah kamu lihat bahwa ketika haiwan ternak atau unta tidak mahu menuruti keinginan pemiliknya, yang dilakukan si pemilik (supaya binatang piliharaan mahu menuruti arahan) adalah tidak memberi makan kepada mereka. Sesungguhnya bila seorang hamba melaparkan dan mendahagakan diri, Allah SWT membanggakan hamba itu di hadapan para malaikat. Tidak ada seorang hamba yang Allah banggakan kecuali kelak di akhirat kepalanya akan dimahkotai dengan mahkota cahaya. Allah SWT mengutus para malaikat untuk membawa cahaya dan perhiasan dari yaqut merah dan kuning serta permata yang sangat indah. Mereka juga membawa kendaraan dari zamrud nan hijau. Semua itu oleh para malaikat dibawa ke makam orang-orang yang sewaktu di dunia suka menahan lapar dan dahaga. Orang-orang itu kemudian dibangkitkan dari kubur lalu dinaikkan ke atas kenderaan yang telah disediakan dan mereka pun pergi menuju Allah SWT.”

No comments:

Post a Comment