Saturday, 24 June 2017

HUBUNGAN EMOSI DENGAN KUCING



Banyak orang suka pada kucing. Kucing dijadikan haiwan peliharaan yang menghiburkan dan dijaga dengan kasih sayang. Persoalannya, bagaimana pula perasaan kucing terhadap manusia?

Berdasarkan penelitian, ada bukti bahwa kucing sensitif dengan emosi manusia. Mereka seperti mampu mengetahui emosi manusia dan mampu bertindakbalsa dengan aksi yang tertentu.

Ada kajian mengenai tabiat kucing berkaitan hubungan dengan manusia. Didapati ketika pemiliknya tersenyum, kucing cenderung memperlihatkan sikap ‘positif’ seperti mengeluarkan suara khas, menggeselkan badan, atau duduk pada riba.

Kucing juga cenderung ingin menghabiskan waktu dengan tuannya ketika tuannya tersenyum.
Sebaliknya, sifat-sifat itu tidak ditunjukkan jika berada bersama dengan orang tidak dikenali.

Kajian itu juga mendapati sifat kucing hampir sama dengan anjing dalam soal mengenali ekspresi manusia. Sebenarnya, kucing mampu memahami emosi manusia lebih dari apa yang kita jangkakan.

Sebab itu, kucing yang dijaga dengan baik akan 'membalas' perbuatan itu dengan ciri-ciri haiwan peliharaan yang baik.  Kucing boleh diasuh dan diarahkan melakukan amalan tertentu seperti tempat berak, tidak berada di tempat tertentu atau apa-apa yang kucing dapat mengerti.

Kucing memang tertarik kepada manusia bukan saja untuk mendapat makanan, bakan untuk dibelai dan diberi perhatian.  Sebab itu, kucing suka berada dekat dengan manusia dan mengharapkan untuk dibelai atau dijadikan sebahagian daripada kelompk manusia.

Selain sikap positif seperti mengeluarkan suara khas dan menggeselkan badannya, dapati bahwa kucing menunjukkan posisi tubuh tertentu di bahagian telinga dan ekor. Gerakan itu dikaitkan dengan perasaan puas.

Aksi kucing sentiasa dirakam untuk dilihat berulang kali.  Kucing menjadi terapi untuk pemiliknya mendapat kehidupan lebih baik. Namun, ada orang alahan dengan kucing, terutama bulunya.

No comments:

Post a Comment