Sunday, 23 October 2016

KURANG MAKAN JIWA LEBIH TENANG



Ketika heboh mengenai kenaikan harga barangan, termasuk makanan, kita dapati rakyat Malaysia masih mampu berbelanja seperti biasa.  Gedung membeli belah, pasaraya dan restoran masih dipenuhi dengan pelanggan. 

Pesta makanan masih lagi berlangsung dengan meriah.  Orang sanggup berbelanja lebih semata-mata untuk memenuhi selera makan masing-masing.  Orang yang marah-marah dengan kenaikan harga makanan masih lagi berbelanja seperti biasa.

Untuk berjimat, sepatutnya kita mengurangkan makan atau makan secara bersederhana. Kengkang nafsu makan yang sebenarnya tidak pernah puas dan mendatangkan banyak keburukan.  

Penyebab terbesar kebinasaan seseorang adalah tamak terhadap dunia. Tamak berasal dari perut dan kemaluan. Kekuatan kemaluan juga disebabkan ketamakan perut. Jika seseorang mengurangi makan, dia akan selamat dari musibah ini. Hanya orang yang diberikan taufik oleh Allah SWT  sajalah yang bernasib baik dapat melakukannya.

Mengurangi makan akan menyebabkan banyak bersedekah, mengutamakan orang lain, berkasih sayang dan menjimatkan makanan. Dengan mengurangi makan akan memudahkan seseorang untuk bersedekah kepada anak yatim, fakir miskin, dan orang-orang yang ditimpa bencana. Inilah antara lain bekal untuk memperoleh naungan-Nya pada hari Kiamat.

Manusia akan berada di bawah naungan sedekahnya pada hari kiamat. Jika seseorang banyak makan, setelah makanan itu menjadi kotoran, ia akan terkumpul di tempat busuk. Sedangkan apa yang tersimpan di khazanah Allah SWT akan berguna selama-lamanya. Sedangkan yang menjadi kotoran akan musnah.

Manusia selalu berkata "hartaku milikku", padahal harta yang sebenarnya hanyalah tiga perkara saja iaitu yang telah diselamatkan melalui sedekah, telah dihabiskan secara sederhana untuk makanan dan yang telah dipakai sampai lusuh. Selain dari tiga hal tersebut harta adalah milik orang lain dan ahli warisnya. Dan dia sendiri tidak memiliki apa pun di dalamnya.. 

Diceritakan bahwa ketika kemenangan dan harta kekayaan telah banyak diperoleh oleh kaum muslimin pada zaman Khalifah Umar bin Khaththab maka putrinya yang juga balu Rasulullah SAW, Hafshah, telah mengusulkan dan meminta kepada ayahnya agar dia berpakaian yang baik ketika utusan negeri datang menemuinya.

Hafshah juga meminta agar ketika para utusan itu memakan makanan yang lazat yang telah disediakan untuk mereka, maka ayahnya hendaknya juga turut serta.

Jawab Umar: "Ketahuilah bahwa keadaan seseorang itu paling diketahui oleh ahli rumahnya." Hafshah menjawab: "Benar, itu tentu tidak diragukan lagi."

Umar berkata: "Kalau begitu, aku akan bertanya kepadamu: "Bagaimanakah kehidupan Rasulullah di dunia ini? Tidakkah kamu ingat bahawa pada masa itu, jika Rasulullah dan keluarganya makan malam, maka mereka tidak akan makan siang. Dan jika mereka makan siang, mereka tidak akan makan apa pun sepanjang malam. Tidakkah kamu ketahui bahwa beberapa tahun setelah masa kenabian, baginda dan keluarganya tidak pernah makan kenyang walaupun dengan buah kurma, sampai terjadinya kemenangan dalam perang Khaibar?

Tidakkah kamu ketahui bahwa suatu ketika kamu menghidangkan makanan kepada Rasulullah di atas sejenis tempat yang tinggi di atas lantai ketika itu kamu melihat wajah Rasulullah berubah, sehingga baginda hanya makan jika makanan itu diturunkan dan diletakkan di bawah (di atas lantai)."

No comments:

Post a Comment